Aksi Nyata Ke 2 (Guru Penggerak Angkatan 1)
Judul : Mewujudkan Sikap BERSIH (Beriman, Berkhlak, Rajin, dan Bersih).
A. Latar Belakang
Salah satu tujuan pendidikan menjadikan manusia sehat dan berakhlak. Secara logis, manusia sehat bukan hanya sebatas bebas penyakit tetapi juga yang mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta prilaku yang baik. Jika perilaku hidup bersih dan sehat tersebut diaplikasikan secara tepat maka akan tercipta sekolah sehat dengan warga sekolah akan sehat dan tumbuh menjadi sebuah sebuah kebiasaan baik sehingga menjadi karakter baik yang dapat menumbuhkan karakter-karakter baik lainnya.
Dalam pelaksananaanya dilapangan, proses pendidikan menjadi penting diikhtiarkan dengan sebaik-baiknya. Misalnya dengan rangkaian program-program unggulan sebagai turunan visi misi sekolah. Terkait dengan hal ini, SMPN negeri 3 Selong mengusung visi sekolah “Terwujudnya peserta didik yang beriman, berakhlak, berprestasi, berdaya saing dan berwawasan lingkungan. Sebagai aktualisasi dari visi tersebut, selaku calon guru penggerak mencoba mewujudkan visi tersebut melalui sebuah aksi nyata sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan visi mulia sekolah. Hal ini diwujudkan dalam sebuah rancangan aksi nyata yang disusun dalam sebuah akronim BERSEIH (Beriman, Berkhlak, Rajin, dan Bersih).
Untuk mewujudkan hal tersebut, sebagai galon guru pengerak mencoba merealisasikan dalam sebuah program aksi nyata dengan melakukan beberapa tahapan berikut. Pertama, dalam mengusulkan dan pengembangan kebijakan berwawasan kesehatan sekolah dapat membuat peraturan tentang tata cara PHBS di sekolah. Kebijakan tersebut tentu juga harus disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah agar paham. Kedua, dalam menciptakan lingkungan yang mendukung terwujudnya lingkungan sehat, sekolah dapat menciptakan kegiatan pembiasaan tentang PHBS di sekolah. Sekedar contoh, sekolah dapat menyediakan tempat cuci tangan di setiap kelas. Sebelum pembelajaran dimulai atau sebelum masuk kelas, siswa dapat dibiasakan mencuci tangan terlebih dahulu. Selain cara di atas adalah dengan menyediakan sarana atau fasilitas (air bersih, jamban sehat, kantin sehat, tempat sampah, dan lain-lain) untuk mendukung PHBS di sekolah. Ketiga, dalam memperkuat poin 1 dan 2, Penanaman nilai-nilai positif berupa rajin dan disiplin menjadi kunci utama dalam menjalankan sebuah aturan dan program. Poin ke tig aini sangat di tekankan untuk dilaksanakan di sekolah calon guru penggeralk. Keempat, dalam kaitan pengembangkan kemampuan individu untuk pemeliharaan lingkungan sehat dan bersih, Calon guru penggerak Bersama sekolah dapat bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat. Wujud kerja sama dapat dilakukan dengan mengundang dinas kesehatan ke sekolah. Tujuannya memberi pengarahan kepada warga sekolah tentang penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan cara ini warga sekolah akan memiliki pengetahuan tentang PHBS yang tepat.Termasuk yang terakhirdilakukan sebelum melakukan pembelajaran tatap muka beberapa waktu lalu dengan melakukan penyemprotan seluruh lingkungan sekolah dan pengadaan tempat cuci tangan dan pendukung lainnya untuk mewujudkan sekolah bersih dan sehat.
Namun karena kondisi pandemic yang masih terjadi di daerah khususnya sekolah, calon guru penggerak mencoba melakukan aksi nyata dari rencana seblumnya dalam sebuah kegiatan yang dikondisikan dengan keadaan yang ada dengan tetap mengacu pada protocol kesehatan.
Dalam upaya mewujudkan hal tersebut diatas, calon guru penggerak mencoba melakukan rancangan tersebut dalam sebuah aksi nyata yang dibuat dalam sebuah akronim BERSEIH (Beriman, Berkhlak, Rajin, dan Bersih) dengan harapan aksi nayata tersebut dapat membantu terwujudnya visi sekolah yang mewujudkan peserta didik yang beriman, berakhlak, berprestasi, dan berwawasn lingkungan.
B. Deskripsi Aksi Nyata
Tindakan aksi nyata yang dilakukan dapat dilihat melalui rancangan berikut:
Untuk memastikan pelaksanaan aksi nyata ke 2 ini, Calon guru penggerak memastikan semua warga sekolah dan sarana pendukung keterlaksanaan program mengetahui program dan rancangan aksi nyata melalui sosialisasi baik kepada peserta didik maupun kepada semua warga sekolah. Sosialisasi ini dilakukan dengan cara mengumumkan kepada peserta didik secara langsung dan kepada kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan melalui forum rapat.
Aksi Nyata program BERSIH (Beriman, Berkhlak, Rajin, dan Bersih)h dilakukan melalui kegiatan IMTAQ, Datan dan pulang sekolah tepat waktu, dyang dilaksanakan setiap hari selasa sampai dengan hari jumat pada jam ke nol sebelum pelaksanaan prose belajar mengajar.
C. Hasil Aksi Nyata
Dari pelaksanaan aksi nyata ke 2 ini, dapat ditemukan beberapa hal berikut:
1. Secara garis besar, kegiatan aksi nyata ke 2 ini dapat dilaksanakan dengan cukup baik namun belum berjalan maksimal mengingat jadwal belajar tatap muka peserta didik dilakukan dengan menggunakan system shift hari dengan riancian satu kelas hanya masuk sekolah dan belajar tatap muka dua kali sehari.
2. Kegiatan Beriman dan berakhlak sejatinya dilakukan melalui kegiatan IMTAQ namu karena kegiatan ini terkenddala kondisi pandemic, maka calon guru penggerak melakukan evaluasi melalui survey langsung.
3. Rajin dan Bersih dilakukan dengan menggunakan survey langsung kepada peserta didik saat melakukan aksi nyata terkait jam dating sekolah, kegiatan di dalam sekolah, dan membawa sampah sebagai tiket pulang.
4. Hampir sebagian besar peserta didik berperan aktif dalam melaksanakan program aksi nyata ke 2 ini.
Melalui kegiatan ini, dapat disampaikan beberapa pelajaran yang didapat dari pelaksanaan aksi nyata ke dua ini antara la
a) Keberhasilan
Beberapa poin keberhasilan pelaksanaan aksi nyata ini adalah, 1) Peserta didik mampu mencerminkan sikap beriman dan berakhlak baik. Hal ini dapat diliha dari keseharian meraka dalam berinteraksi selama disekolah dan melalui survey angket yang diberikan melalui google form, 2) Sikap Rajin peserta didik ditunjukkan ketika peserta didik dating ke sekolah tepat waktu dan pulang sesui jadwal tanda ada yang bolos, 3) Bersih dapat dilihat dari kebersihan lingkungan sekolah dan kelas serta kerapian mereka ketika dating dan berada di sekolah.
in:
b) Kekurangan
Adapun kekurangan yang ditemukan pada pembelajaran dari pelaksanaan aksi nyata ke 2 ini adalah, 1) Belum semua siswa memiliki memiliki kesadaran akan pentingnya sikap BERSEIH (Beriman, Berkhlak, Rajin, dan Bersih), 2) masih terdapat siswa yang melanggar dan mengabaikan tata tertib yang berkaitan dengan kegiatan aksi nyata ke 2 ini.
D. Rencana Perbaikan
Aksi nyata ke 2 ini dilakukan oleh CGP dalam kondisi sekolah tidak ideal karena sekolah tidak melaksanakan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak dalam satu ruangan, jadi item kegiatan IMTAQ dari kegiatan BERSIH ini belum dapat dilakukan, namun kegiatan IMTAQ ini adalah kegiatan yang rutin dilakukan oleh sekolah sebelum pandemic ini terjadi. Sebgai perbaikan kegiatan aksi nyata ini, CGP akan melakukan secara menyeluruh pada saat pandemic berakhir.
E. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pelaksanaan aksi nyata ke-2 yand dilakukan oleh calon guru penggerak, dapat disimpulkan bahwa:
1. Pelaksanaan aksi nyata ke 2 dapat dikatakan cukup berhasil karena sebagian besar peserta didik dapat menunjukkan sikap BERSEIH (Beriman, Berkhlak, Rajin, dan Bersih).
2. Perlu kesadaran penuh dan partisipasi aktif semua warga sekolah dalam rangka mewujudkan rancangan aksi nyata ini sebagai bagian dari implementasi visi sekolah.
3. Aksi nyata ke 2 ini perlu diadakan perbaikan pada item IMTAQ karena selama pandemic baik belajar dari rumah maupun tatap muka, kegiatan ini belum dapat dilakukan.
Komentar
Posting Komentar