Aksi Nyata Ke -1 (Guru Penggerak Angkatan 1)
Judul : Lierasi Digital Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Murid
A. Latar Belakang
Aksi nyata merupakan representasi dari sebuah perencanaan, dalam hal ini rancangan tindakan aksi nyata ke-1 ini disusun untuk kelengkapan salah satu tugas calon guru penggerak dimana melakuakn pembelajaran di kelas dan sekolah sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara, diantara pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam dunia pendidikan adalah penddikan itu harus menuntun hidup tumbuh kekuata kodrat yang ada pada anak agar dapat memperbaiki kekuatan, pendidik itu ibarat petani yang hanya bisa merawat, menjaga tanam dengan baik agar tumbuh sesuai dengan harapan. begitu juga dengan seorang guru harus mendidik muridnya agar tumbuh menjadi murid yang baik, pendidikan harus melahirkan budi pekerti yaitu watak, karakter, adalah perpaduan harmonis antara gerak pikiran, perasaan, dan kehendak atau kemauan sehingga mampu menimbulkan semanagat pada anak didik. pendidikan atau pengajaran keada anak-anak haruslah sambil bermain kaena kodrat anak adalah bermain, permainan anak dapat menjadi bagian pembelajaran di sekolah. dan yang terakhir pendidikan harus berpihak pada anak atau berpusat pada anak artinya adalah bebas dari segala ikatan dengan suci hati mendekati sang anak bukan unuk meminta suatu hak melainkan untuk berhamba pada sang anak artinya pendidikan itu harus tingkah lakaunya bertumpu pada sang anak dimana anak lebih aktif dalam pembelajaran.selanjutnya pendidik itu hanya menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak agar dapat memperbaiki lakunya.
Salah satu upaya yang da[pat dilakukan untuk mencipatkan pembelajaran menyenangkan dan berorientasi pada murid adalah dengan menyajikan informasi baru baik tentang materi pembelajaran maupun hal lain melalui literasi digital. Literasi digital dalam dunia pendidikan adalah keniscayaan. Saat ini tidak sedikit start up yang menawarkan dan memfasilitasi berbagai macam metode belajar dengan menggunakan teknologi. Masing-masing menawarkan keunggulan dan metode pembelajarannya masing-masing yang sesuai kebutuhan pasar. Selain itu, buku-buku digital juga banyak tersedia di mesin pencari digital. Pembelajaran tatap muka saat ini tidak terhalang oleh rnuang dan waktu sebab tatap dapat dilakukan dari jarak jauh.
Menurut Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy (1997), literasi digital diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer. Bawden (2001) menawarkan pemahaman baru mengenai literasi digital yang berakar pada literasi komputer dan literasi informasi.
Era digital membuat pembelajaran menjadi lebih mudah dan efisien. Namun di balik kemudahan yang ditawarkan oleh era digital di bidang pendidikan ini tentu era ini memberikan tantangan yang cukup besar terutama dalam penguatan karakter murid. Orang tua dan guru perlu usaha yang lebih keras untuk mampu memberikan literasi digital agar murid tidak menyalahgunakan perkembangan teknologi saat ini. Tidak dapat disangkal bahwa saat ini anak-anak dalam kesehariannya tidak lepas dari internet.
Pendidikan bukan sesuatu yang statis tetapi dinamis. Proses pendidikan mau tidak mau harus mengikuti perkembangan yang ada sehingga pendidikan tidak menjadi barang kuno dan antik. Tradisi keindonesiaan tentu harus terus dirawat dalam dunia pendidikan, dimana sopan santun, tata krama, akhlakul karimah ditinggikan. Namun pendidikan juga harus mampu merespon moderniasi, sebab murid harus dipersiapkan untuk dapat berkembang sesuai dengan perkembangan di zamannya.
Setiap individu perlu memahami bahwa literasi digital merupakan hal penting yang dibutuhkan untuk dapat berpartisipasi di dunia modern sekarang ini. Literasi digital sama pentingnya dengan membaca, menulis, berhitung, dan disiplin ilmu lainnya. Generasi yang tumbuh dengan akses yang tidak terbatas dalam teknologi digital mempunyai pola berpikir yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Setiap orang hendaknya dapat bertanggung jawab terhadap bagaimana menggunakan teknologi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Dalam situasi pandemic seperti ini, literasi dan pembelajaran berbasis digital sangatlah tepat karena pemblejaran dengan menggunakan berbasis digital sangat membantu prose belajar menagajar dari rumah kareana situasi tidak memungkinkan belajar tatap muka sehingga target kurikulum tetap dapat tercapai. Karenya, calon guru penggerak mencoba merencanakan dan melaksanakan aksi nyata liteasi digital untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
B. Deskripsi Aksi Nyata
Tindakan aksi nyata yang dilakukan dapat dilihat melalui bagan berikut:
Pada tindakan aksi nyata ini, hal pertama di lakukan oleh CGP adalah memastikan kesipan murid dan pendukung keterlaksanaan literasi digital, seperti laptop,LCD Projector, bahan literasi, dan loudspeaker. . Selanjutnya sebelum pembelajaran dimulai, sesuai rencana aksi nyata bahwa kegiatan literasi dimualai sekitar 15 menit sebelum proses belajar dilaksanakan. Literasi digital ini ndilakukan sebagai upaya memvariasikan kegiatan literasi dan meningkatkan motivasi belajar siswa.
Pada saat pelaksanaan literasi digital dilaksanakan, murid diminta menyiapkan buku catatan untuk menulis dan mendokumentasikan apa saja yang ditonton guna mempermudah mereka menceritakan apa yang mereka amati pada video yang ditonton, termasuk menyelsaikan tugas atau tagihan literasi yang akan dikerjakan. Dalam hal ini, murid diminta membuat video singkat terkait materi apa yang telah ditonton dalam bentuk video langkah-langkah melakukan sesuatu atau membuat sesuatu.
Selama proses kegiata literasi digital, Nampak sekali murid bersemangat mengikutinya, menurut mereka, membaca atau mempelelajari sesuatu akan lebih enjoy dan cepat dipahami manakala disaksikan langsung melalui video. Selain sebagai hiburan, literasi digital juga mempermudah pemahaman terhadap materi dan semagat belajar terus terjaga.
C. Hasil Aksi Nyata
Dari pelaksanaan literasi yang dilakukan, dapat disampaikan bahwa:
1. Hasil tindakan dari aksi nyata yang sudah dilakukan adalah meningkatnya motivasi belajar murid yang dilihat dari antusias murid dalam mengikuti proses pembelajaran khususnya ketika materi pembelajaran dikaitkan dengan konten literasi digital yang disajikan. Ditambah lagi proses pembelajaran juga diintegrasikan dengan kegiatan literasi sejenis.
2. Murid lebih konsentrasi dalam mengikuti proses PBM, yang dilihat dari ketika diberikan test lisan murid mampu menjawab meskipun pertanyaannya diberikan secara acak.
3. Murid memiliki kreatifitas yang bervariasi terutama dalam membuat video hasil laporan literasi dan pembelajaan.
Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan aksi nyata ke satu ini adalah:
a) Kekurangan
Kekurangan yang ditemukan pada pembelajaran dari pelaksanaan aksi nyata ini adalah, 1) tidak semua murid memiliki kreatifitas dan memperoleh hasil yang baik, 2) masih terdapat murid yang belum siap ketika ditunjuk dalam menyampaiakan hasil literasi baik saat literasi pra pembelajaran maupun saat proses pembelajaran.
b) Keberhasilan
Adapun keberhasilan pembelajaran yang diperoleh dari pelaksanaan aksi nyata ini adalah, 1) mampu menciptakan suasana yang menyenangkan, 2) berhasil menggali kreativitas murid yang berbeda, 3) berhasil memusatkan perhatian dan fokus murid dalam belajar, 4) berhasil membuat suasana pendukung dalam menciptakan suasana pembelajaran yang efektif.
D. Rencana Perbaikan
Karena situasi pandemic di sekolah calon guru penggerak, umumnya di Lombok timur masih memberlakukan pembelajaran jarak jauh saat pelaksanaan aksi nyata sehingga hasil dari aksi nyata belum dapat berjalan maksimal. Kekurangan dan detail program yang belum terlaksana sesuai rencana akan dilakukan perbaikan dan pelaksanaan di masa mendatang ketika sekolah dapat memberlakukan pembelajaran tatap muka.
E. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pelaksanaan aksi nyata ke-1 yand dilakukan oleh CGP dapat disimpulkan bahwa:
1. Pelaksanaan literasi digital dapat meningkatkan motivasi belajar murid
2. Literasi digital memberikan warna baru dalam literasi sekolah
3. Literasi digital membuat murid tidak jenuh dan memberikan semangat bagi murid dalam menikuti proses belajar mengajar.
Semoga Program PGP angkatan 1 tetap semangat
BalasHapus